Archive for January, 2011


Alhamdulillah, kita telah sampai pada review terakhir tentang Web Usabillity “Satisfaction” situs e-commerce Indonesia http://www.rumahoutlet.com.

Setelah dulu kita berbicara masalah Learnabillity, Efficiency, Memorabillity, dan yang hangat kemarin adalah masalah Errors, sekarang kita beranjak ke “satisfaction”, seberapa puaskah anda setelah berkunjung, merasakan langsung kenyamanan, kemudahan sebuah sistem. Begitulah intinya kira-kira.

Oke, saatnya mengungkapkan kepuasan terhadap web ini. Bagi saya yang tidak terlalu suka belanja online dan gak advance-advance banget buat belanja online situs ini gak terlalu susah untuk dimengerti, karena ya standar lah dengan situs-situs e-commerce Indonesia lain. Kecuali jika di bandingkan dengan situs e-commerce dunia ya jauh kalah. Intinya situs ini masi kurang kreatif aja, hanya sebatas jualan online saja, tidak ada yang menarik.

Jika saya rating dengan bintang, menurut saya web ini patut diberi :

Banyak alasan sebenarnya saya memberi rating 3, tapi diantaranya ya alasan di atas yang jadi pertimbangan. Oke… mungkin sekian saja review tentang Web usabillity “Satisfaction”, sekaligus mengakhiri perjumpaan kita di rangkaian Episode ini.

Terima kasih kepada Bapak Firman Ardiansyah yang telah membimbing kami ke jalan yang terang benderang. sekarang kami lebih tahu masalah Interaksi manusia dan Komputer.

Wasalam…

Gambar 1

Gambar 2

Setelah kemarin…. ups, maksud saya postingan yang lalu kita berbicara masalah Memorabillity situs http://www.rumahoutlet.com yang berbau e-commerce itu, nah sekarang kita lanjut ke kajian yang ke-4 yaitu masalah Errors(kesalahan).

Errors adalah kesalahan-kesalahan atau kejanggalan-kejanggalan yang ada dalam sistem, sehingga membuat user menjadi bingung. Selain itu seberapa mudah user dapat mengatasi diri dari error itu.

Error 1

Saya menemukan beberapa kesalahan, tapi untung tidak terlalu fatal. Seperti, apa sih tujuan bintang merah di samping input box dan text area itu? saya kira itu adalah penanda bahwa input box dan textarea tersebut harus diisi, jangan dikosongkan. Tapi jika semuanya harus diisi kenapa harus ditandai bintang, beri saja informasi bahwa semuanya wajib diisi. itu akan membuat lebih mudah kita, dan pengguna juga tidak terlalu banyak mengingat, apa sih bintang merah itu.

Error 2

Terus ada satu lagi yang di gambar 2, kenapa bisa seperti itu, saya rasa pembuat web perlu meninjau ulang kebutuhan2 dari apa saja yang ditampilkan dalam web tersebut. jangan sampai dalam tampilan banyak sekali yang tidak diperlukan user. Kita juga harus memahami tujuan kita membuat web. Darisana kita akan terbayang tentang apa saja yang harus kita bubuhkan dalam web.

Gambar di atas ada follow twitter tapi bawahnya ada iklan atau apalah itu yang tidak bisa ke load. Sayang sekali kan, dari skenario sistemnya udah ok, tapi dalam tampilan apalagi itu di home masih ada yang salah seperti itu. Harusnya lebih diperhatikan hal-hal kecil seperti itu, takutnya kita disangka tidak profesional saja.

Oke sekian saja ulasan tentang kajian web Usabillity “Errors”, kita akan bertemu lagi di last episode yang berjudul Kajian Web usabillity “Satisfaction”. Sayonara….

Memorability: When users return to the design after a period of not using it, how easily can they reestablish proficiency?

Begitulah kata-kata saya sewaktu awal postingan mengenai kajian web Usabillity. Eh bukan saya, tapi kata buku Galitz, tepatnya Nielsen(2003). memang saya tak terlalu faham bahasa Inggris, tapi saya mencoba menerangkan sedikit apa sih Memorabillity itu?

Memorabiliity adalah Kemampuan user untuk membangun kembali pengalaman-pengalaman yang telah dia bangun sebelumnya. Biasanya ketika user sudah lama tidak berkunjung atau masuk ke dalam suatu sistem, maka memorabillity inilah yang akan paling berpengaruh. Jadi apakah suatu sistem tersebut mampu memberikan user memori-memori atau informasi-informasi yang sebelumnya pernah ia bangun atau tidak.

Kalau dalam web http://www.rumahoutlet.com ini sih masalah memorabillity tidak terlalu dipermasalahkan, cuma ada part-part dimana user harus membaca teks-teks kecil. Harusnya yang penting-penting  dikasi warna beda atau diberi tanda agar mencolok. Tapi secarakeseluruhan sih oke, kita bisa me-recall apa yang dulu pernah kita temui dan gak masalah untuk web ini. Bentuk webnya juga umum,sama dengan web e-commerce lainnya, lihat saja di gambarnya…iya kan?

oke paling segitu saja pertemuan kita kali ini, sampai jumpa di episode selanjutnya tentang “Errors”…

Masuk ke Episode 2… Sekarang gilirannya kita mengkaji dari segi “Efficiency”-nya. Efficiency adalah seberapa cepat dan akurat seorang user untuk mengerjakan task dalam sebuah sistem tersebut, seberapa efisien kah task tersebut, apakah user mampu mengatasi dan menyelesaikan task tersebut.

Dalam web http://www.rumahoutlet .com ini tidak terlalu banyak yang saya comment, karena dari segi efisiensi, web ini memang sudah cukup bagus. Hanya pada saat saya ingin membeli atau menambahkan produk, saya sempat bingung, kenapa tak ada tombol “add to cart” atau “tambahkan ke keranjang belanja”. Ternyata kita harus melihat detail produknya dulu, baru kita bisa membeli atau menambahkan ke keranjangnya.

Kalau dilihat sekilas sih, ah ngapain dipermasalahin. TAPI kita disini berbicara masalah efisiensi, jadi task yang saya kemukakan di atas membuat user harus melakukan pekerjaan dua kali, yaitu melakukan click di product dan menambahkan ke keranjang, padahal secara umum(jika kita bandingkan dengan situs e-commerce seperti bhinneka) kita lihat bahwa selalu tersedia button “Beli” atau “Add to Cart” atau yang  lain di dekat produk yang dimaksud. Sayangnya disini tidak ada sehingga menyebabkan nilai efisiensi web ini berkurang. berikut screenshotnya :

Tuh kan lihat deh,cuma ada tombol “lihat detail aja”…

Mungkin ke depannya ditambahin aja, biar memudahkan user juga sih.

Oke, mungkin segitu aja dulu bahasan tentang Web Usabillity “Efficiency”, sampai jumpa di episode selanjutnya… Yooo… semangat….

Oke temen-temen, jumpa lagi di postingan tentang Kajian Web Usabillity teantang situs e-commerce yaitu http://rumahoutlet.com. Kalau di Prolog Postingan sebelumnya nerangin apa aja yang akan kita bahas, nah disini emang bagiannya ngebahas situs e-commerce nya lebih khusus yaitu tentang Learnabillity.

Apa sih Learnabillity itu? Oke,  Learnabillity adalah seberapa mudah user bisa menggunakan sistem ketika pertama kali datang ke sistem tersebut. Jadi intinya adalah si user tersebut tidak bingung, dan kehilangan arah sewaktu masuk dan menjalankan task pada sistem tersebut. Intinya sih masalah kita familiar ga dengan apa yang ada di sistem tersebut, kalau familiar, berarti emang sistem tersebut bisa dikatakan Learnabillity.

Saya rasa di web ini untuk Learnabillity sudah cukup bagus, inti dari e-commerce adalah transaksi. Dari metode transaksi, sistematika, penggalian informasinya sudah sangat bagus. User dapat secara cepat mempelajari web tersebut, karena saya lihat web ini memang umumnya sama dengan web-web e-commerce lain di Indonesia. Halaman utamanya, kategorinya, pembayaran, konfirmasi, pada umunya sama saja dengan yang lainnya. Bagusnya disini disediakan list ongkos pengiriman, pilihan bank untuk pembayaran kita, dan masih banyak lagi yang menurut saya ini sangat bagus.

Mungkin sekian review Kajian Web Usabilllity “learnabillity” tentang situs web e-commerce rumahoutlet. Semoga reviewnya bermanfaat. Dan… tunggu episode selanjutnya….

Pada kesempatan saya kali ini, saya akan mengkaji suatu web e-commerce Indonesia yaitu http://www.rumahoutlet.com. Jadi ceritanya web ini menjual baju dengan trend fashion zaman sekarang, terdiri dari baju Branded, baju muslim dan baju rajutan. Berikut screenshot-nya:

Disini saya tidak akan menjelaskan terlalu panjang mengenai “Apa aja yang ada di rumahoutlet.com?” tapi sesuai judul postingan ini yaitu tentang Web Usabillity-nya. Saya merujuk pada buku Galitz Wiley, The Essential Guide to UI Design 2007. Pada Part 2 halaman 64 yaitu bagian Usabillity, disana ada 5 komponen Usabillty menurut Nielsen(2003). berikut 5 point penting itu:

  • Learnability: How easy is it for users to accomplish basic tasks the first time they encounter the design?
  • Efficiency: Once users have learned the design, how quickly can they perform tasks?
  • Memorability: When users return to the design after a period of not using it, how easily can they reestablish proficiency?
  • Errors: How many errors do users make, how severe are these errors, and how easily can they recover from the errors?
  • Satisfaction: How pleasant is it to use the design?

Ada juga nih jika ditinjau dari  Heuristic Evaluation. Berikut sepuluh tahapan tersebut :

  • Visibility of System Status,
  • Match Between System and the Real World,
  • User Control and Freedom,
  • Consistency and Standards,
  • Error Prevention,
  • Recognition Rather Than Recall,
  • Flexibility and Efficiency of Use,
  • Aesthetic and Minimalist Design,
  • Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors,
  • Help and Documentation,

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!